IHSG Hari Ini 19 Oktober 2026: Ditutup Turun 188,50 Poin ke 4.996,61

Grafik harga penutupan harian IHSG selama 20 hari bursa terakhir, 22 September 2026 s,d, 19 Oktober 2026: turun 20,40% dari 6.277,04 ke 4.996,61
Harga penutupan harian IHSG 20 hari bursa terakhir, 22 September 2026 s.d. 19 Oktober 2026 (biru = naik sepanjang periode, merah = turun). Sumber: data BEI, diolah techno62.com. Deskriptif, bukan sinyal beli/jual.

IHSG hari ini, 19 Oktober 2026, ditutup turun 188,50 poin atau 3,64% ke level 4.996,61, dari 5.185,10 pada penutupan 16 Oktober 2026.

Sepanjang hari itu, IHSG bergerak antara level tertinggi 5.012,87 dan terendah 4.907,37. Volume transaksi pasar tercatat 32,34 miliar lembar saham. Ringkasan: IHSG ditutup turun 188,50 poin (3,64%) ke 4.996,61 pada 19 Oktober 2026, menurut data Bursa Efek Indonesia.

IHSG 5 Hari Bursa Terakhir

Berikut level penutupan IHSG dan perubahannya dibanding hari bursa sebelumnya, sampai 19 Oktober 2026.

Tanggal Penutupan Perubahan (poin) Perubahan (%)
19 Oktober 2026 4.996,61 -188,50 -3,64%
16 Oktober 2026 5.185,10 -678,68 -11,57%
15 Oktober 2026 5.863,78 -79,24 -1,33%
14 Oktober 2026 5.943,02 +17,05 +0,29%
13 Oktober 2026 5.925,98 -10,17 -0,17%

IHSG Dibanding Beberapa Hari Terakhir

Dibanding penutupan 12 Oktober 2026 (5.936,15), IHSG turun 15,83% dalam 5 hari bursa terakhir.

Dibanding penutupan 21 September 2026 (6.384,73), IHSG turun 21,74% dalam 20 hari bursa terakhir.

Persentase perubahan pada awal artikel membandingkan penutupan hari ini dengan penutupan hari bursa sebelumnya; perbandingan 5 dan 20 hari bursa di atas memakai penutupan pada tanggal yang disebut.

IHSG sudah turun 3 hari bursa berturut-turut sampai penutupan 19 Oktober 2026.

Level penutupan 4.996,61 adalah yang terendah dalam 20 hari bursa terakhir (tertinggi di periode itu 6.374,91).

Level penutupan 4.996,61 adalah yang terendah dalam 60 hari bursa terakhir (tertinggi di periode itu 6.686,44).

Penutupan hari ini berada di bawah rata-rata penutupan 5 hari bursa (5.582,90) dan di bawah rata-rata penutupan 20 hari bursa (6.000,69).

Pergerakan IHSG Sepanjang Hari

Rentang gerak IHSG sepanjang 19 Oktober 2026 sebesar 105,50 poin (2,03% dari level penutupan hari sebelumnya), dan indeks ditutup di bagian atas rentang itu.

Volume transaksi 32,34 miliar lembar berada di bawah rata-rata volume 5 hari bursa sebelumnya, selisih 26,66%.

Saham Naik Hari Ini (Top Gainer 19 Oktober 2026)

Saham dengan kenaikan harga terbesar pada 19 Oktober 2026, dibanding penutupan hari bursa sebelumnya. Daftar hanya memuat saham dengan nilai transaksi minimal Rp1,00 miliar, tanpa waran/rights dan tanpa saham yang hari itu mengalami aksi korporasi (misalnya pemecahan saham), supaya angka tidak menyesatkan.

Kode Emiten Penutupan Perubahan Nilai transaksi
TMPO Tempo Intimedia Tbk. 169 +28,03% Rp31,13 miliar
TIFA KDB Tifa Finance Tbk. 360 +25,00% Rp1,00 miliar
TRUK Guna Timur Raya Tbk. 4.020 +24,84% Rp10,74 miliar
BIKE Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. 5.150 +22,62% Rp44,80 miliar
GRIA Ingria Pratama Capitalindo Tbk. 160 +14,29% Rp1,41 miliar

Saham Turun Hari Ini (Top Loser 19 Oktober 2026)

Saham dengan penurunan harga terbesar pada 19 Oktober 2026, dibanding penutupan hari bursa sebelumnya.

Kode Emiten Penutupan Perubahan Nilai transaksi
TAXI Express Transindo Utama Tbk. 9 -25,00% Rp3,36 miliar
BTEK Bumi Teknokultura Unggul Tbk 9 -25,00% Rp7,50 miliar
PACK Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. 324 -10,00% Rp3,22 miliar
HBAT Minahasa Membangun Hebat Tbk. 324 -10,00% Rp3,86 miliar
MGLV NexAI Digital Infrastruktur Tbk. 10.325 -9,83% Rp1,64 miliar

Berapa Saham yang Naik dan Turun Hari Ini

Dari 838 saham yang diperdagangkan pada 19 Oktober 2026, 103 saham ditutup naik, 691 saham ditutup turun, dan 169 saham ditutup tidak berubah.

Nilai dan Volume Transaksi Hari Ini

Total nilai transaksi seluruh papan pada 19 Oktober 2026 tercatat Rp19,51 triliun dengan volume 27,91 miliar lembar dan 1.591.571 kali transaksi.

Net Asing Hari Ini

Investor asing mencatat net jual Rp1,72 triliun di pasar saham pada 19 Oktober 2026 (dijumlahkan dari transaksi broker seluruh saham). Sebagai pembanding, rata-rata 5 hari bursa sebelumnya adalah net jual Rp640,16 miliar per hari. Net asing adalah selisih nilai beli dan jual investor asing; angka positif berarti net beli, negatif berarti net jual. NBSA hanya menghitung perdagangan biasa. Net Asing (Rupiah) dihitung dari data broker yang diolah Techno62 dan memuat perdagangan biasa serta negosiasi. Jadi pada hari ada transaksi negosiasi besar, angkanya bisa berbeda jauh dari NBSA.

Sektor dengan Net Asing Tertinggi dan Terendah

Sektor dengan net asing tertinggi pada 19 Oktober 2026: Energy (+Rp417,58 miliar), Basic Materials (+Rp225,57 miliar), Industrials (+Rp43,75 miliar). Sektor dengan net asing terendah: Financials (-Rp2,13 triliun), Infrastructures (-Rp329,27 miliar), Healthcare (-Rp30,22 miliar). Lihat juga distribusi net asing per sektor saham mingguan.

Indeks Saham Lain Hari Ini

Perubahan beberapa indeks saham lain di BEI pada 19 Oktober 2026.

Indeks Penutupan Perubahan
LQ45 488,46 -3,95%
IDX30 273,26 -3,67%
IDX80 72,39 -4,00%
KOMPAS100 630,96 -4,10%
IDXQ30 89,74 -3,49%

Pertanyaan tentang IHSG Hari Ini

Berapa IHSG hari ini (19 Oktober 2026)?

IHSG ditutup di level 4.996,61 pada 19 Oktober 2026, turun 188,50 poin (3,64%) dari 5.185,10 pada penutupan 16 Oktober 2026.

Berapa level tertinggi dan terendah IHSG pada 19 Oktober 2026?

Pada 19 Oktober 2026, IHSG mencapai level tertinggi 5.012,87 dan terendah 4.907,37.

Saham apa yang naik paling tinggi hari ini (19 Oktober 2026)?

Menurut data BEI, TMPO (Tempo Intimedia Tbk.) naik paling tinggi di antara saham dengan nilai transaksi minimal Rp1,00 miliar, yaitu +28,03% ke 169.

Saham apa yang turun paling dalam hari ini (19 Oktober 2026)?

Menurut data BEI, TAXI (Express Transindo Utama Tbk.) turun paling dalam di antara saham dengan nilai transaksi minimal Rp1,00 miliar, yaitu -25,00% ke 9.

Apa itu IHSG?

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah indeks yang mengukur pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Angkanya naik saat harga saham secara gabungan naik, dan turun saat harga secara gabungan turun.

Dari mana data IHSG ini?

Data penutupan berasal dari Bursa Efek Indonesia.

Baca juga

Catatan: Artikel ini disusun otomatis. Isinya hanya menggambarkan yang sudah terjadi, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan prediksi.

Lihat semua analisa IHSG →

Techno62 (disusun otomatis)

https://techno62.com/about/

Artikel ini disusun otomatis dari data pasar: data penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta data transaksi dan kepemilikan saham yang diolah Techno62. Kami bukan penasihat investasi berlisensi; data bersifat historis dan bukan rekomendasi. Pemeriksaan dilakukan sesudah terbit. Lihat halaman Tentang dan Redaksi.

Related post

Pengaturan Cookie