Distribusi net asing (arus modal asing tercatat, Rupiah) per sektor saham di Bursa Efek Indonesia pada periode 5 Oktober 2026 hingga 9 Oktober 2026, diurutkan dari net asing tertinggi ke terendah. Data historis dari transaksi broker tercatat, bukan rekomendasi investasi.
Net asing adalah selisih nilai pembelian dan penjualan saham oleh investor asing: angka positif berarti net beli, angka negatif berarti net jual.
| # | Sektor | Net Asing |
|---|---|---|
| 1 | Consumer Non-Cyclicals | Rp163,20 miliar |
| 2 | Properties & Real Estate | Rp82,00 miliar |
| 3 | Healthcare | Rp5,98 miliar |
| 4 | Transportation & Logistic | -Rp0,88 miliar |
| 5 | Consumer Cyclicals | -Rp82,94 miliar |
| 6 | Basic Materials | -Rp199,41 miliar |
| 7 | Industrials | -Rp216,00 miliar |
| 8 | Energy | -Rp285,43 miliar |
| 9 | Infrastructures | -Rp296,57 miliar |
| 10 | Technology | -Rp700,15 miliar |
| 11 | Financials | -Rp915,61 miliar |
Ringkasan: sektor Consumer Non-Cyclicals mencatat net asing tertinggi (Rp163,20 miliar) dan sektor Financials mencatat net asing terendah (-Rp915,61 miliar) pada periode 5 Oktober 2026–9 Oktober 2026.
Data diperbarui mingguan, mengikuti pola minggu bursa Senin–Jumat. Pembaruan terakhir mencakup data s/d 9 Oktober 2026.
Kode waran/rights (saham berakhiran -W/-R) tidak memiliki klasifikasi sektor resmi IDX dan tidak dimasukkan ke dalam tabel di atas.