IHSG Sepekan Naik 4,90% (19 Oktober 2026–23 Oktober 2026)

Grafik pergerakan harga penutupan harian IHSG naik 4.90% sepanjang 19 Oktober 2026 s.d. 23 Oktober 2026, dari 5.185,10 ke 5.439,26, dengan batang net asing harian di bawahnya
Pergerakan harga penutupan harian IHSG (biru = minggu ini naik, merah = minggu ini turun), 19 Oktober 2026 s.d. 23 Oktober 2026. Panel bawah: net asing harian per hari bursa (biru = net beli, merah = net jual).

Net asing pasar tercatat -Rp6,68 triliun pada 19 Oktober 2026 hingga 23 Oktober 2026, dibandingkan rata-rata -Rp3,46 triliun pada 4 minggu terakhir dan -Rp974,49 miliar pada 12 minggu terakhir. IHSG sendiri bergerak dari 5.185,10 pada 16 Oktober 2026 ke 5.439,26 pada akhir pekan (naik 4,90%), dengan level tertinggi 5.455,21 dan terendah 4.907,37 sepanjang periode yang sama.

Volume transaksi pasar tercatat 186,00 miliar lembar (turun 11,14% dari 209,31 miliar lembar pekan sebelumnya), dengan nilai transaksi Rp90,12 triliun (naik 33,70% dari Rp67,40 triliun).

Dari sisi sektor, net asing Healthcare tercatat Rp344,80 miliar dan Properties & Real Estate Rp157,45 miliar, sementara Financials mencatat net asing -Rp6,06 triliun dan Infrastructures -Rp615,81 miliar. Dari sisi broker, Broker BNI Sekuritas (NI) mencatat net beli Rp1.343,49 miliar dan Broker MANDIRI SEKURITAS (CC) net beli Rp1.265,33 miliar, sementara Broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatat net jual Rp3.915,24 miliar dan Broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) net jual Rp1.954,55 miliar.

Di antara saham yang tercatat pada data mingguan ini, harga WIIM bergerak ke arah yang sama dengan IHSG pada 20 dari 20 hari bursa terakhir (100,0%), dengan net asing WIIM juga net beli saat IHSG naik dan net jual saat IHSG turun pada 8 dari 20 hari (40,0%). BBYB tercatat di posisi berikutnya, harganya bergerak ke arah yang sama dengan IHSG pada 19 dari 20 hari (95,0%), dengan net asing searah pada 14 dari 20 hari (70,0%). PACK juga bergerak ke arah yang sama dengan IHSG pada 19 dari 20 hari (95,0%).

LUCY masuk kategori UMA pada 20 Oktober 2026, VKTR masuk kategori UMA pada 20 Oktober 2026, RATU masuk kategori UMA pada 21 Oktober 2026, DKHH masuk kategori UMA pada 22 Oktober 2026, dan PNSE masuk kategori UMA pada 22 Oktober 2026. TFCO dikenakan status kepemilikan terkonsentrasi tinggi pada 21 Oktober 2026, dan FILM dikenakan status kepemilikan terkonsentrasi tinggi pada 22 Oktober 2026.

Dari sisi suspensi, BIKE dikenakan suspensi diberlakukan pada 19 Oktober 2026, BSWD suspensi diberlakukan pada 20 Oktober 2026, TRUK suspensi diberlakukan pada 21 Oktober 2026, dan PTPP suspensi diberlakukan pada 23 Oktober 2026. Sementara itu, suspensi MKNT telah dicabut pada 19 Oktober 2026, MSIN telah dicabut pada 21 Oktober 2026, dan STRK telah dicabut pada 22 Oktober 2026.

Ringkasan: IHSG naik 4,90% dari 5.185,10 (16 Oktober 2026) ke 5.439,26 pada minggu ini, dengan net asing pasar -Rp6,68 triliun, volume 186,00 miliar lembar, dan nilai transaksi Rp90,12 triliun. Harga WIIM bergerak ke arah yang sama dengan IHSG 20 dari 20 hari, BBYB dan PACK masing-masing 19 dari 20 hari.

Istilah dalam artikel ini

  • UMA saham: pengumuman BEI atas pergerakan harga atau transaksi yang tidak biasa.
  • Suspensi saham: penghentian sementara perdagangan suatu saham oleh BEI.
  • Broker summary: ringkasan net beli dan net jual per broker, cara membaca dan batasnya.

Halaman terkait

Baca juga: IHSG Hari Ini 23 Oktober 2026: Ditutup Naik 51,35 Poin ke 5.439,26 · Analisa Saham JSMR 14 Oktober 2026: Tren Net Asing.

Catatan: Artikel ini disusun otomatis. Isinya hanya menggambarkan yang sudah terjadi, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan prediksi.

Lihat semua analisa BBYB →

Techno62 (disusun otomatis)

Artikel ini disusun otomatis dari data pasar: data penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta data transaksi dan kepemilikan saham yang diolah Techno62. Kami bukan penasihat investasi berlisensi; data bersifat historis dan bukan rekomendasi. Pemeriksaan dilakukan sesudah terbit. Lihat halaman Tentang dan Redaksi.

Related post

Pengaturan Cookie