IHSG Sepekan Turun 14,91% (12 Oktober 2026–16 Oktober 2026)

Net asing pasar tercatat -Rp3,20 triliun pada 12 Oktober 2026 hingga 16 Oktober 2026, dibandingkan rata-rata -Rp3,40 triliun pada 4 minggu terakhir dan -Rp618,91 miliar pada 12 minggu terakhir. IHSG sendiri bergerak dari 6.093,76 ke 5.185,10 sepanjang periode yang sama (turun 14,91%), dengan level tertinggi 6.128,72 dan terendah 5.185,10, menurut data Bursa Efek Indonesia. Angka 14,91% membandingkan penutupan 16 Oktober 2026 (5.185,10) dengan penutupan 9 Oktober 2026 (6.093,76); penurunan 11,57% pada 16 Oktober membandingkan penutupan hari itu dengan penutupan 15 Oktober 2026 (lihat IHSG Hari Ini 16 Oktober 2026). NBSA hanya menghitung perdagangan biasa. Net Asing (Rupiah) dihitung dari data broker yang diolah Techno62 dan memuat perdagangan biasa serta negosiasi. Jadi pada hari ada transaksi negosiasi besar, angkanya bisa berbeda jauh dari NBSA.
Volume transaksi pasar tercatat 209,31 miliar lembar (turun 1,85% dari 213,27 miliar lembar pekan sebelumnya), dengan nilai transaksi Rp67,40 triliun (naik 37,65% dari Rp48,97 triliun pekan sebelumnya).
Dari sisi sektor, net asing Consumer Non-Cyclicals tercatat Rp376,80 miliar dan Technology Rp363,37 miliar, sementara Financials mencatat net asing -Rp4,16 triliun dan Energy -Rp441,88 miliar. Dari sisi broker, Broker BRI Danareksa Sekuritas (OD) mencatat net beli Rp2.179,19 miliar dan Broker Stockbit Sekuritas Digital (XL) net beli Rp1.162,91 miliar, sementara Broker MANDIRI SEKURITAS (CC) mencatat net jual Rp1.404,34 miliar dan Broker CGS International Sekuritas Indonesia (YU) net jual Rp1.369,31 miliar.
Di antara saham yang tercatat pada data mingguan ini, harga BBYB bergerak ke arah yang sama dengan IHSG pada 20 dari 20 hari bursa terakhir (100,0%), dengan net asing BBYB juga net beli saat IHSG naik dan net jual saat IHSG turun pada 14 dari 20 hari (70,0%). INCO tercatat di posisi berikutnya, harganya bergerak ke arah yang sama dengan IHSG pada 19 dari 20 hari (95,0%). PRDL juga tercatat di posisi atas, harganya bergerak ke arah yang sama dengan IHSG pada 19 dari 20 hari (95,0%).
ARKO, DAAZ, GTBO, STRK, dan TFCO masuk kategori UMA pada 12 Oktober 2026, sementara ALDO dan FOLK masuk kategori UMA pada 14 Oktober 2026. Suspensi PTPP diberlakukan pada 13 Oktober 2026. Suspensi BSWD dan TFCO telah dicabut pada 14 Oktober 2026.
Ringkasan: IHSG turun 14,91% pada minggu ini dengan net asing pasar -Rp3,20 triliun, volume transaksi 209,31 miliar lembar dan nilai transaksi Rp67,40 triliun, net asing sektor Financials -Rp4,16 triliun, net beli Broker BRI Danareksa Sekuritas (OD) Rp2.179,19 miliar dan net jual Broker MANDIRI SEKURITAS (CC) Rp1.404,34 miliar, harga BBYB bergerak ke arah yang sama dengan IHSG 20 dari 20 hari, dan INCO 19 dari 20 hari.
Istilah dalam artikel ini
- UMA saham: pengumuman BEI atas pergerakan harga atau transaksi yang tidak biasa.
- Suspensi saham: penghentian sementara perdagangan suatu saham oleh BEI.
- Broker summary: ringkasan net beli dan net jual per broker, cara membaca dan batasnya.
Halaman terkait
- Distribusi net asing per sektor saham
- Fitur analisis saham Techno62
- IHSG Hari Ini: ringkasan penutupan harian
Baca juga: IHSG Hari Ini 16 Oktober 2026: Ditutup Turun 678,68 Poin ke 5.185,10.
Catatan: Artikel ini disusun otomatis. Isinya hanya menggambarkan yang sudah terjadi, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan prediksi.